Rabu, 28 Oktober 2009
kata-kata Mutiara
sebuah Cinta tidak akan selamanya Indah
sebuah kasih sayang tidak selamanya Tulus
sebuah kata tidak selamanya Jujur
..Akan tetapi sebuah Persahabatan akan selamanya Berharga ...
Sabtu, 24 Oktober 2009
Sejarah
Singkat cerita sejarah pembuatan blog ini, berawal dari keiginan saya untuk mengumpulkan berita,data,dan pengalaman hidup saya. Agar para pembaca dapat mengetahui sedikit pribadi tentang diri saya. Saya pun berharap blog ini dapat bermanfaat dan segala sesuatu yang tertuliskan pada blog ini tidak disalah artikan.
Sekian singkat cerita alasan mengapa saya membuat blog ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan dihati para pembaca. Apabila ada komentar atau tanggapan pada blog yang saya buat,dengan senang hati saya menerimanya. Silakan tuliskan komentar anda pada pos komentar yang tersedia atau melalui message pada Facebook di: Marshallo_gym@yahoo.com
-SELAMAT MEMBACA-
DKI Borong Emas Aerobik

Hari pertama pertandingan Senam Aerobik Gimnastik, Selasa (15/7) di GOR II Stadion Utama Kaltim, DKI Jakarta berhasil memborong semua emas pada empat nomor perlombaa. Yakni Perorangan Puteri, Perorangan Putera, Berpasangan Putri dan Trio Putra.
Kelincahan dalam mengkombinasikan antara gerak dan musik diperlihatkan para pesenam aerobik gimnastik baik perorangan maupun beregu. kontingen DKI Jakarta dengan komposisi pesenam yang mempunyai pengalaman bertanding di luar negeri seperti Lody Lontoh, Claudio Marsello dan Tyana Dewi K, sangat mendominasi pada nomor yang dipertandingkan.
Lody Lontoh berhasil merebut emas di nomor perorangan putra dengan total nilai 20.450, disusul oleh Sugianto FJ dari Kaltim meraih perak dengan 18.650 dan perunggu diraihIhsan M zein dari Sulsel dengan poin 18.350.
Pada nomor perorangan putri Tyana Dewi K menempati posisi pertama dengan nilai 19.550, diikuti Sachida Nuruk S (Riau) 18.000 dan tempat terakhir ditempati oleh Syaidah (Kaltim) 16.700.
Sedangkan pada nomor Berpasangan putri, DKI Jakarta meraih emas dengan total skor 18.200 yang dusumbangkan Citra Resita dan Tyana Dewi K, perak diraih Syaidah dan Yuanita Mailussia (Kaltim) dengan total skor 17.250 dan perunggu direbut Lestari Rahma D dan Meilani E (Riau) dengan 14.900.
Nomor Trio DKI Jakarta yang diperkuat Claudio Marsello, Faizal Amirullah dan Lody Lontoh mengumpulkan poin 19.650. Mereka berada di posisi teratas mengungguli Kaltim dan Jambi.
Sementara itu tuan rumah Kaltim, yang diperkuat Arif Mufid, Eko Wibby J dan Rijal Umami, hanya berhasil meraih perak dengan nilai 17.800. Medali perunggu direbut kontingen Jambi dengan atletnya Fanezar, Fikri dan Jojonsyah dengan skor 17.050.
“Sebenarnya nomor pasangan putri tidak kami targetkan medali karena baru dipertandingkan di PON. Kami senang karena nomor ini juga menghasilkan emas," kata manajer tim DKI Jakarta Gianti Irmansjah.
Dengan demikian pada perlombaan yang dilaksanakan kemarin, DKI jakarta berhasil mengumpulkan empat emas dan menambah perolehan sementara menjadi 12 emas di cabang Senam setelah sebelumnya meraih tiga emas di Artistik Putra dan lima emas di senam Ritmik.
Hari ini akan dipertandingkan tiga nomor lagi, yakni pasangan putra, pasangan campuran, dan kwartet. Gianti yakin, DKI akan mendulang emas lagi.
“Kami sudah berusaha maksimal tapi cedera yang dialami oleh salah satu atlet, di tengah pertandingan mempengaruhi penampilannya," kata Roni Yoes, pelatih Senam Kaltim saat dikonfirmasi tentang kegagalan pesenam Kaltim meraih emas di nomor Aerobik.
Walaupun dengan kondisi cedera dan stamina yang mulai menurun, pesenam aerobik Kaltim tetap semangat serta berhasil menyumbangkan medali perak pada nomor trio putra dan berpasangan putri kata Ronny. Video PON Kaltim 2008:
http://www.disordadki.co.id/video/index.php?jns=1&id_movie=26
Tambah Dua Emas, DKI Juara Umum Senam
Rabu, 16 Juli 2008 | 13:15 WIB
http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/16/13150033/tambah.dua.emas.dki.juara.umum.senam
Laporan wartawan KOMPAS Lis Dhaniati dari Samarinda
SAMARINDA, RABU - DKI Jakarta menambah dua dari tiga emas pada nomor senam aerobik Pekan Olahraga Nasional XVII yang digelar di GOR Senam Palaran, Rabu (16/7). Dua emas diperoleh dari nomor pasangan campuran dan pasangan putra.
Nomor pasangan campuran dimainkan oleh mantan pesenam pemusatan latihan nasional untuk SEA Games 2007, Lody Lontoh dan Tyana Dewi K. Duet ini meraih nilai 19,850. Perak nomor ini direbut Yuanita Mailusia dan Sugianto FJ (Kalimantan Timur) dengan nilai 18,040 dan perunggu menjadi milik Sachida dan Nocan (Riau) dengan nilai 17,200.
Di nomor pasangan putra Claudio Marsello dan Faisal Amirullah mendapat emas.Kaltim kembali memperoleh perak melalui aksi Deni R dan Sugianto. Sedangkan, perunggu diperoleh Abdul R dan Ihsan M (Sulawesi Selatan).
DKI Jakarta hanya kehilangan emas di nomor kuartet. Emas nomor ini direbut tim tuan rumah Kalimantan Timur yang terdiri dari Arif M, Eko W, Rijal, dan Yuanita Mailusia dengan nilai 18,100. Jawa Tengah mendapat perak melalui penampilan Adik, Doni, Nurwahid, dan Tubagus yang mendapat nilai 17,100. Sementara itu, kuartet DKI yang diperkuat Detia Pirussia, Diny Anggraeni, Elip Sumarta, dan Firdaus Hendry P hanya mendapat nilai 16,700 dan harus puas dengan perunggu.
Dengan perolehan ini, tim senam DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dengan total perolehan 14 emas, empat perak, dan empat perunggu dari nomor artistik, ritmik, dan aerobik. Posisi dua ditempati Jawa Timur dengan enam emas, enam perak, dan enam perunggu. Kalimantan Timur menyusul di posisi ketiga dengan dua emas, sembilan perak, dan dua perunggu.
DKI Berjaya di Aerobik
DKI Berjaya di Aerobik
Selasa, 15 Juli 2008 | 14:02 WIB
http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/15/1402307/dki.berjaya.di.aerobik
SAMARINDA, SELASA - Kejayaan DKI Jakarta di senam nomor ritmik Pekan Olahraga Nasional XVII berlanjut ke senam aerobik. Dalam sesi pertama perlombaan senam di GOR Senam Palaran Samarinda, Selasa (15/7), DKI memborong dua emas yang diperebutkan.
Pesenam senior Lody Lontoh merebut emas nomor single putra dengan nilai 20,450. Perak nomor ini dimiliki Sugianti F (Kalimantan Timur) yang mendapat nilai 18,650. Adapun perunggu diperoleh Ihsan M Zein (Sulawesi Selatan) dengan nilai 18,350. Di kelompok putri pesenam DKI Jakarta, Tyana Dewi K, berhak atas medali emas setelah menorehkan nilai 19,550, sedangkan perak didapat dari pesenam Riau, Sachida Nurul S, dengan nilai 18.000. Pesenam tuan rumah Kalimantan Timur, Syaidah, mendapat perunggu setelah menorehkan nilai 16,700. Mulai pukul 15.00 para pesenam akan bersaing dalam nomor pasangan putri dan trio.
Senam aerobik akan dipertandingkan hingga Rabu (16/7). Pada hari itu akan dilombakan nomor pasangan putra, pasangan campuran, dan kwartet. (LSD)
Seragam Luntur, Indonesia Jadi Kontingen Merah-Pink
Seragam Luntur, Indonesia Jadi Kontingen Merah-Pink
http://www.koranindonesia.com/2007/11/29/seragam-luntur-indonesia-jadi-kontingen-merah-pink/
29 November 2007, 09:18 pm | No Comments
JAKARTA–MEDIA:Kontingen Indonesia tampaknya di SEA Games 2007 ini bakal punya julukan baru sebagai Kontingen Merah-Pink. Ini akibat kualitas buruk seragam hingga warna cepat luntur.
Ini baru kita pakai waktu menghadap Presiden, dicuci ternyata langsung luntur, ujar Pelatih Renang Nizarudin sambil memperlihatkan training anak-anak asuhnya yang baru diambil dari laundrydi Pertamina Training Center, Jakarta, Kamis (29/11).
Kontingen Indonesia menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (27/11) lalu. Saat itu training yang dikenakan masih jelas berwarna merah putih. Namun kini yang ditunjukkan Nizarudin telah berwarna merah-pink.
Nizarudin mengatakan pada SEA Games sebelumnya hal menyedihkan ini tidak pernah terjadi. Untung nanti untuk devile (upacara pembukaan) kita dapat training baru, kalau tidak kan malu, ujarnya.
Sementara itu pesenam aerobik Claudio Marsello mengeluhkan sepatu yang akan digunakan dalam upacara pembukaan. Aduh sepatunya keras banget, kaku lagi. Kaki bisa lecet nih, katanya, saat mencoba sepatu hitam yang baru dibagikan kepada kontingen.
Mendengar keluhan Claudio, pesenam aerobik lainnya Tyana Dewi menyarankan untuk tidak memakai sepatu itu. Udah, kamu beli saja sepatu sendiri. Jangan pakai itu, daripada kaki kamu sakit, kata Tyana yang masih menunggu jatah sepatunya.
Masalah sepatu ini walau mungkin terlihat sepele sesungguhnya merupakan hal penting. Bagi atlet aerobik kesempurnaan gerak tentu tergantung pada kesehatan fisiknya termasuk bagian kaki.
Pada SEA Games 2007 ini jadwal tanding aerobik memang sehari sebelum upacara pembukaan yang berlangsung pada 6 Desember. Itu berarti penampilan mereka tidak akan terpengaruh kemungkinan pengaruh buruk sepatu tadi. Tetapi sebagian besar atlet lainnya yang juga mendapat jatah sepatu itu akan tampil setelah upacara pembukaan. (Big/Mon/OL-03)